Pelajaran selengkapnya
Temanmu ngajak taruhan lempar koin: keluar gambar, kamu menang Rp150.000. Keluar angka, kamu kalah Rp100.000. Kebanyakan orang menolak, padahal taruhannya menguntungkan mereka.
Itulah loss aversion (takut rugi): sakitnya rugi kira-kira dua kali lebih terasa daripada senangnya untung yang sama besar.
Psikolog Daniel Kahneman dan Amos Tversky menjelaskan fenomena ini pada 1979. Dalam percobaan, kebanyakan orang baru mau taruhan 50/50 kalau calon untungnya sekitar dua kali calon ruginya.
Dalam trading, ini bikin kebiasaan baik jadi terbalik. Posisi rugi kamu tahan sambil berharap harganya balik, sementara posisi untung buru-buru kamu tutup demi mengunci rasa senang.
- Kesalahan umum
Mitos: “Aku menang di sebagian besar trade, jadi aku sudah bagus.” Faktanya: menang 4 kali +US$20 lalu rugi 1 kali -US$100, kamu tetap minus US$20 dengan win rate 80%.
- Poin penting
Tentukan stop dan target sebelum masuk posisi, selagi kamu tenang. Setelah itu biar rencana yang memutuskan, bukan perasaan.
Cek cepat
- Loss aversion artinya... Rugi lebih terasa daripada untung setaraPenelitian menunjukkan rugi terasa kira-kira dua kali lebih kuat daripada untung yang sama besar.
- Loss aversion sering bikin trader... Menahan yang rugi, cepat tutup yang untungMenutup posisi rugi berarti menerima rasa sakit, jadi orang menunda. Menutup posisi untung mengunci rasa senang, jadi orang buru-buru.
- Cara yang bagus untuk melawan loss aversion... Tentukan stop dan target sebelum masukSebelum masuk posisi, kamu masih tenang. Begitu uang dipertaruhkan, loss aversion mendorongmu menahan posisi sambil berharap.
- Taruhan 50/50: menang Rp150.000 atau kalah Rp100.000. Kebanyakan orang... Menolak, padahal rata-rata untungRata-rata taruhan ini untung Rp25.000 per lemparan, tapi rugi Rp100.000 terasa lebih berat daripada untung Rp150.000. Itulah loss aversion.
Istilah dalam pelajaran ini
Psikologi Trading
- Kenapa rugi terasa lebih sakit
- Mencabut bunga, memelihara gulma
- Terlalu percaya diri
- Gambler's fallacy (kekeliruan penjudi)
- FOMO dan jebakan pikiran lainnya
- Tilt dan revenge trading
- Rencana tradingmu
- Bikin jurnal trading