Apa itu inflasi? Cara mengukurnya dan dampaknya ke uangmu

Inflasi adalah laju kenaikan harga di seluruh perekonomian. Dengan inflasi 3% per tahun, barang seharga 100 hari ini akan jadi sekitar 103 tahun depan. Kedengarannya kecil, tapi lama-lama menumpuk: setelah 25 tahun dengan inflasi 3%, uang tunai cuma bisa membeli kurang dari separuh barang yang dulu bisa dibelinya.

Baca 6 menitEkonomiDiperbarui Oktober 2026
Target umum bank sentral2%per tahun, di kebanyakan ekonomi besar
Puncak AS pada 20229,1%Juni 2022, tertinggi dalam 40 tahun
Puncak Inggris pada 202211,1%Oktober 2022
Uang tunai setelah 25 tahun, inflasi 3%−52%daya belinya hilang

Apa itu inflasi

Inflasi artinya uang yang sama bisa membeli makin sedikit dari waktu ke waktu. Segelas kopi, tiket bus, atau sewa kos sebulan pelan-pelan jadi lebih mahal, jadi setiap lembar uang di dompetmu nilainya turun sedikit tiap tahun. Bank sentral justru mengincar kenaikan harga yang kecil dan stabil. Dengan begitu orang tetap mau belanja dan berinvestasi, tanpa tabungan tergerus terlalu cepat.

Kebalikannya, saat harga turun di seluruh perekonomian, disebut deflasi. Kedengarannya enak, tapi biasanya datang bersama permintaan yang lemah dan PHK. Jepang bergulat dengan deflasi selama bertahun-tahun setelah era 1990-an. Di sisi ekstrem lainnya, hiperinflasi bisa menghancurkan mata uang dalam hitungan bulan, seperti yang dialami Zimbabwe pada 2008 dan Venezuela pada 2018.

Cara inflasi diukur

Setiap bulan, petugas statistik mencatat harga barang dan jasa yang biasa dibeli rumah tangga, yang disebut keranjang belanja: makanan, sewa rumah, transportasi, energi, kesehatan, pendidikan, tagihan pulsa, dan lainnya. Tiap pos diberi bobot sesuai seberapa besar uang yang benar-benar dikeluarkan rumah tangga untuk pos itu. Di keranjang AS, biaya tempat tinggal sekitar sepertiga dari total. Di India dan Indonesia, porsi makanan jauh lebih besar daripada di AS atau Inggris.

Begini cara kerja bobotnya. Misalnya dalam keranjang sederhana, makanan 40% dari belanja, sewa 40%, dan transportasi 20%. Harga makanan naik 10%, sewa naik 5%, dan tarif bus turun 5%. Makanan menyumbang 4 poin (40% dari 10%), sewa menyumbang 2 poin (40% dari 5%), dan transportasi mengurangi 1 poin (20% dari 5%). Hasilnya, inflasi 5%.

Harga seluruh keranjang itu disebut indeks harga konsumen (IHK, atau CPI dalam bahasa Inggris). Perubahannya dalam 12 bulan itulah angka inflasi yang kamu baca di berita. Kebanyakan negara merilisnya sebulan sekali, dan trader membandingkan setiap rilis dengan perkiraan para ekonom.

Inflasi umum atau inti? Inflasi umum mencakup semuanya. Inflasi inti tidak menghitung makanan dan energi, karena harganya gampang melonjak gara-gara cuaca dan perang. Bank sentral memantau inflasi inti untuk melihat tren yang sebenarnya.

Berapa tingkat inflasi yang normal?

Kebanyakan bank sentral mengumumkan target inflasi. Di negara maju, targetnya biasanya 2% per tahun. Banyak negara berkembang membidik sedikit lebih tinggi, sering dengan rentang di sekitar target, karena harga di sana cenderung lebih bergejolak.

Bank sentralTarget inflasiKeterangan
Federal Reserve AS2%Diukur dengan indeks harga PCE
Bank Sentral Eropa (ECB)2%Kawasan euro, dalam jangka menengah
Bank of England2%Indeks harga konsumen Inggris
Bank of Japan2%Indeks harga konsumen Jepang
Bank Indonesia2,5%Plus minus 1 poin persentase
Banxico (Meksiko)3%Plus minus 1 poin persentase
Reserve Bank of India4%Plus minus 2 poin persentase

Penyebab inflasi

  • Guncangan harga energi. Minyak dan gas dipakai untuk transportasi, pabrik, dan produksi pangan, jadi kalau harganya melonjak, efeknya merembet ke mana-mana. Embargo minyak 1973 membuat harga minyak naik kira-kira empat kali lipat.
  • Gangguan pasokan. Saat pabrik tutup atau kapal tertahan, barang yang tersedia berkurang sementara permintaannya sama, jadi harga naik.
  • Permintaan yang kuat. Saat masyarakat dan pemerintah belanja lebih cepat daripada kemampuan ekonomi memproduksi barang, toko bisa menaikkan harga tanpa kehilangan pembeli.
  • Uang beredar terlalu banyak. Saat jumlah uang tumbuh jauh lebih cepat daripada barang yang bisa dibeli, harga naik. Hiperinflasi biasanya berawal dari pemerintah yang mencetak uang untuk membayar tagihannya.
  • Mata uang melemah. Saat nilai mata uang turun, barang impor jadi lebih mahal dalam mata uang lokal, dan toko meneruskan kenaikan biaya itu ke pembeli.
  • Ekspektasi. Kalau semua orang yakin harga akan terus naik, pekerja minta kenaikan gaji lebih besar dan toko menaikkan harga duluan. Inflasi pun bisa terus memicu dirinya sendiri.

Gelombang inflasi 2022

Setelah pandemi, permintaan pulih lebih cepat daripada pasokan. Lalu invasi Rusia ke Ukraina membuat harga energi dan pangan melonjak tajam. Inflasi menyentuh level tertinggi dalam beberapa dekade di banyak negara, hampir bersamaan. Di Indonesia, inflasi memuncak pada September 2022, bulan ketika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Grafik batang puncak inflasi tahunan pada 2022 sampai 2023: Brasil 12,1%, Inggris 11,1%, Spanyol 10,8%, kawasan euro 10,6%, Amerika Serikat 9,1%, Meksiko 8,7%, Kanada 8,1%, India, Afrika Selatan, dan Australia 7,8%, Indonesia 6,0%, Jepang 4,3%.
Puncak inflasi harga konsumen tahunan, 2022 sampai 2023. Turki (85,5%) ada di tabel, tapi tidak dimasukkan ke grafik supaya batang lainnya tetap terbaca.
Negara/kawasanBulan puncakInflasi puncak
TurkiOktober 202285,5%
BrasilApril 202212,1%
InggrisOktober 202211,1%
SpanyolJuli 202210,8%
Kawasan euroOktober 202210,6%
Amerika SerikatJuni 20229,1%
MeksikoSeptember 20228,7%
KanadaJuni 20228,1%
IndiaApril 20227,8%
Afrika SelatanJuli 20227,8%
AustraliaKuartal IV 20227,8%
IndonesiaSeptember 20226,0%
JepangJanuari 20234,3%

Beberapa negara mengalami yang jauh lebih parah. Inflasi Argentina tembus 200% di akhir 2023 dan memuncak di dekat 290% pada April 2024, sebelum turun tajam pada 2025. Bank sentral menjawab dengan rangkaian kenaikan suku bunga tercepat dalam beberapa dekade, dan pada 2024 inflasi di kebanyakan ekonomi besar sudah turun lagi mendekati target. Pada 2025, inflasi kawasan euro mendekati 2%, sedangkan inflasi AS dan Inggris masih di atas target.

Dampak inflasi ke uangmu

Tabel ini menunjukkan daya beli uang tunai senilai 100 setelah 10, 20, dan 30 tahun, dengan tingkat inflasi yang berbeda-beda. Mata uangnya tidak berpengaruh: hitungannya sama di mana pun.

InflasiSetelah 10 tahunSetelah 20 tahunSetelah 30 tahun
2% per tahun826755
3% per tahun745541
5% per tahun613823
10% per tahun39156

Karena itu penabung mencari imbal hasil di atas inflasi. Imbal hasil riil kira-kira sama dengan imbal hasilmu dikurangi inflasi. Deposito berbunga 4% saat inflasi 3% cuma menambah daya belimu sekitar 1% per tahun. Pada 2022, penabung yang dapat bunga 1% sementara harga naik sekitar 9% kehilangan kira-kira 7% daya belinya hanya dalam setahun.

Dalam jangka panjang, aset pertumbuhan seperti saham biasanya mengalahkan inflasi, walaupun naik turunnya besar. Beberapa pemerintah juga menerbitkan obligasi yang terkait inflasi, seperti TIPS di AS dan index-linked gilt di Inggris, yang pembayarannya ikut naik bersama harga. Uang tunai tetap ada gunanya: dana darurat harus aman dan gampang diambil.

Cara bank sentral melawan inflasi

Saat inflasi terlalu panas, bank sentral menaikkan suku bunga. Pinjaman dan KPR jadi lebih mahal, belanja melambat, dan kenaikan harga ikut melambat. Saat ekonomi lesu dan inflasi rendah, mereka menurunkan suku bunga untuk membantu.

Gelombang 2022 menunjukkan seberapa jauh bank sentral mau bertindak. Antara Maret 2022 dan Juli 2023, Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya dari hampir nol ke kisaran 5,25% sampai 5,5%. Antara Desember 2021 dan Agustus 2023, Bank of England menaikkannya dari 0,1% ke 5,25%. Dari Juli 2022 sampai September 2023, ECB menaikkan suku bunga deposit facility dari minus 0,5% ke 4%. Setelah inflasi turun, kebanyakan dari mereka mulai memangkas suku bunga pada 2024.

Pasar bereaksi pada kejutannya, bukan pada angkanya. Kalau inflasi keluar di atas perkiraan, trader memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, jadi mata uang negara itu sering langsung menguat dan harga sahamnya sering turun. Selisih 0,1 poin persentase saja bisa menggerakkan mata uang dan saham dalam hitungan detik.

Tanya jawab

Apa itu inflasi dalam bahasa sederhana?

Inflasi adalah laju kenaikan harga di seluruh perekonomian. Dengan inflasi 3%, belanjaan yang setahun lalu harganya 100 sekarang jadi 103, jadi uang yang sama bisa membeli sedikit lebih sedikit.

Bagaimana inflasi diukur?

Petugas statistik mencatat harga keranjang belanja rumah tangga setiap bulan. Harga keranjang itu disebut indeks harga konsumen (IHK), dan perubahannya dalam 12 bulan adalah angka inflasi yang muncul di berita.

Berapa tingkat inflasi yang sehat?

The Fed, ECB, dan Bank of England sama-sama menargetkan 2% per tahun. Banyak negara berkembang membidik sedikit lebih tinggi: Bank Indonesia menargetkan 2,5%, Banxico 3%, dan Reserve Bank of India 4%, masing-masing dengan rentang toleransi.

Apa penyebab inflasi?

Biasanya campuran beberapa hal: lonjakan harga energi dan pangan, gangguan pasokan, permintaan yang kuat, mata uang yang melemah, dan pada kasus ekstrem, uang yang dicetak terlalu banyak. Ekspektasi juga berpengaruh. Kalau semua orang yakin harga akan naik, inflasi bisa terus memicu dirinya sendiri.

Apakah deflasi menguntungkan konsumen?

Jarang. Harga yang turun di seluruh perekonomian biasanya tanda permintaan lemah, jadi perusahaan mengurangi karyawan dan orang menunda belanja, yang bisa membuat ekonomi makin lesu.

Bagaimana cara melindungi tabungan dari inflasi?

Simpan dana darurat dalam bentuk tunai, lalu cari imbal hasil di atas inflasi untuk jangka panjang, misalnya dengan menyebar uang ke deposito, obligasi, dan aset pertumbuhan. Ini edukasi umum, bukan saran pribadi.

Sumber: Kantor statistik nasional (US Bureau of Labor Statistics, UK Office for National Statistics, Eurostat, INE Spanyol, BPS Indonesia, INEGI Meksiko, MoSPI India, Statistics Canada, Statistics Bureau of Japan, dan lainnya); publikasi bank sentral (Federal Reserve, ECB, Bank of England, Bank Indonesia, Banxico, Reserve Bank of India). Konten edukasi, bukan saran keuangan.

Rasakan sendiri inflasinya

Isi keranjang belanja inflasi, lalu lihat bagaimana harga BBM, sewa, dan makanan menggerakkan angkanya.

Main Keranjang Inflasi