Pelajaran selengkapnya
Sebelum memakai uang sungguhan untuk aturan seperti “beli kalau harga ditutup di atas rata-rata 50 harinya”, kamu bisa mengujinya dulu di data masa lalu. Itu namanya backtesting.
Backtest menunjukkan seberapa sering aturan itu menang, rata-rata untung dan ruginya, rentetan rugi terpanjang, dan drawdown terdalam.
Jebakannya namanya overfitting: mengutak-atik setelan sampai aturannya pas sempurna dengan masa lalu. Yang dihafal aturan itu cuma noise, bukan pola nyata, jadi gagal di data baru.
Cara uji yang benar: susun aturannya di satu periode, lalu cek di data yang belum pernah dipakai, di pasar dan kondisi yang berbeda.
Selalu hitung biayanya: spread, komisi, slippage. Aturan yang menghasilkan 0,1% per trade sebelum biaya jadi rugi kalau biaya tiap trade 0,15%.
- Kesalahan umum
Salah kaprah: “sudah berhasil 10 tahun, jadi tahun depan pasti berhasil.” Pasar berubah. Backtest itu bukti, bukan jaminan.
- Poin penting
Uji di data masa lalu, cek di data yang belum dipakai, hitung semua biaya, dan buat aturan tetap simpel.
Cek cepat
- Backtesting adalah... Menguji aturan pada harga masa laluKamu bisa lihat bagaimana hasil aturan itu sebelum mempertaruhkan uang sungguhan.
- Overfitting artinya... Aturan cocok di masa lalu tapi gagal di data baruKarena disetel terlalu pas dengan data lama, aturannya menghafal noise, bukan pola nyata.
- Supaya hasil backtest lebih bisa dipercaya, uji juga di... Pasar dan periode yang berbedaEdge yang nyata harus tetap bertahan di data yang nggak dipakai untuk menyusun aturannya.
- Aturan menghasilkan 0,1% per trade sebelum biaya, dan biaya tiap trade 0,15%. Setelah biaya, aturan itu... Malah rugi0,1% − 0,15% = −0,05% per trade. Biaya mengubah aturan yang untung jadi rugi.
Istilah dalam pelajaran ini
Manajemen Risiko
- Pintu darurat: stop loss
- Berapa yang kamu pertaruhkan
- Risiko dan imbalan
- Win rate bukan segalanya
- Matematika kerugian
- Bertahan di pasar
- Backtesting dan overfitting